EA Framework
ini adalah hasil rangkuman kuliah enterprise architecture di prodi sistem informasi Universitas Triunojoyo Madura
Arsitektur Enterprise adalah strategi atau perancangan yangg
terstruktur pada sebuah organisasi yang digunakan untuk mendukung proses
bisnis guna mencapai tujuan bisnis.
Framework Arsitektur Enterprise adalah kerangka atau alat bantu
untuk membuat bahkan mengembangkan sebuah arsitektur enterprise. Gunanya
untuk mengklasifikasikan informasi kompleks
Beberapa contohnya yaitu Zachman, TOGAF, FEA, dan Gartner
1. Zachman
Salah satu framework untuk pengembangan enterprise architecture adalah framework yang diperkenalkan oleh Zachman atau disebut dengan Framework Zachman. Framework Zachman merupakan suatu alat bantu yang dikembangkan untuk memotret arsitektur organisasi dari berbagai sudut pandang dan aspek, sehingga didapatkan gambaran organisasi secara utuh. Framework Zachman untuk arsitektur enterprise dapat diilustrasikan seperti pada gambar.
Keenam baris pada gambar menyajikan enam pandangan (perspektif), sebagaimana yang dipandang oleh perencana, pemilik, perancang, pembangun, dan functioning enterprise.
a. Planner/ Perencana: yang menetapkan objek dalam pembahasan; latar belakang, lingkup, dan tujuan enterprise
b. Owner /Pemilik: penerima atau pemakai produk/jasa akhir dari enterprise
c. Designer/Perancang: perantara antara apa yang diinginkan (pemilik) dan apa yang dapat dicapai secara teknis dan fisik
d. Builder/ Pembangun: pengawas/pengatur dalam menghasilkan produk/jasa akhir
e. Subkontraktor: bertanggung jawab membangun dan merakit bagian-bagian dari produk/jasa akhir
f. Functioning enterprise: wujud nyata dari produk/jasa akhir
Karakteristik Zachman Framework:
a. Mengkategorikan deliverables dari EA
b. Kegunaan EA yang terbatas
c. Banyak diadopsi di seluruh dunia
d. Perspektif view yang kurang menyeluruh
e. Merupakan tool untuk perencanaan
a. Mengkategorikan deliverables dari EA
b. Kegunaan EA yang terbatas
c. Banyak diadopsi di seluruh dunia
d. Perspektif view yang kurang menyeluruh
e. Merupakan tool untuk perencanaan
2.FEDERAL ENTERPRISE ARCHITECTURE FRAMEWORK
Federal Enterprise Architecture Framework (FEAF) merupakan sebuah framework yang diperkenalkan pada tahun 1999 oleh Federal CIO Council. FEAF ini ditujukan untuk mengembangkan EA dalam Federal Agency atau system yang melewati batas multiple inter-agency. FEAF menyediakan standar untuk mengembangkan dan mendokumentasikan deskripsi arstitektur pada area yang menjadi prioritas utama. FEAF ini cocok untuk mendeskripsikan arsitektur bagi pemerintahan Federal.
FEAF membagi arsitektur menjadi area bisnis, data, aplikasi dan teknologi, dimana sekarang FEAF juga mengadopsi tiga kolom pertama pada Zachman framework dan metodologi perencanaan EA oleh Spewak.
Karakteristik dari FEAF:
a. Merupakan EA Reference Model
b. Standar yang dipakai oleh pemerintahan Amerika Serikat
c. Menampilkan perspektif view yang menyeluruh
d. Merupakan tool untuk perencanaan dan komunikasi
a. Merupakan EA Reference Model
b. Standar yang dipakai oleh pemerintahan Amerika Serikat
c. Menampilkan perspektif view yang menyeluruh
d. Merupakan tool untuk perencanaan dan komunikasi
3. THE OPEN GROUP ARCHITECTURE TECHNIQUE (TOGAF)
The Open Group Architecture Technique (TOGAF) adalah sebuah framework yang dikembangkan oleh The Open Group’s Architecture Framework pada tahun 1995. Awalnya TOGAF digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat namun pada perkembangannya TOGAF banyak digunakan pada berbagai bidang seperti perbankan, industri manufaktur dan juga pendidikan. TOGAF ini digunakan untuk mengembangkan enterprise architecture, dimana terdapat metode dan tools yang detil untuk mengimplementasikannya, hal inilah yang membedakan dengan framework EA lain misalnya framework Zachman. Salah satu kelebihan menggunakan framework TOGAF ini adalah karena sifatnya yang fleksibel dan bersifat open source.
TOGAF memandang enterprise architecture ke dalam empat kategori seperti yang ditunjukkan pada gambar . Keempat kategori tersebut adalah:
a. Business Architecture
Mendeskripsikan tentang bagaimana proses bisnis untuk mencapai tujuan organisasi
b. Application Architecture
Merupakan pendeskripsian bagaimana aplikasi tertentu didesain dan bagaimana interaksinya dengan apikasi lainnya
c. Data Architecture
Adalah penggambaran bagaimana penyimpanan, pengelolaan dan pengaksesan data pada perusahaan
d. Technical Architecture
Gambaran mengenai infastruktur hardware dan software yang mendukung aplikasi dan bagaimana interaksinya.
TOGAF memandang enterprise architecture ke dalam empat kategori seperti yang ditunjukkan pada gambar . Keempat kategori tersebut adalah:
a. Business Architecture
Mendeskripsikan tentang bagaimana proses bisnis untuk mencapai tujuan organisasi
b. Application Architecture
Merupakan pendeskripsian bagaimana aplikasi tertentu didesain dan bagaimana interaksinya dengan apikasi lainnya
c. Data Architecture
Adalah penggambaran bagaimana penyimpanan, pengelolaan dan pengaksesan data pada perusahaan
d. Technical Architecture
Gambaran mengenai infastruktur hardware dan software yang mendukung aplikasi dan bagaimana interaksinya.
TOGAF secara umum memiliki struktur dan komponen sebagai berikut :
1. Architecture Development Method (ADM) Merupakan bagian utama dari TOGAF yang memberikan gambaran rinci bagaimana menentukan sebuah enterprise architecture secara spesifik berdasarkan kebutuhan bisnisnya.
2. Foundation Architecture (Enterprise Continuum)
Foundation Architecture merupakan sebuah “framework-within-a-framework” diman didalamnya tersedia gambaran hubungan untuk pengumpulan arsitektur yang relevan, juga menyediakan bantuan petunjuk pada saat terjadinya perpindahan abstraksi level yang berbeda. Foundation Architecture dapat dikumpulkan melalui ADM.
Terdapat tiga bagian pada foundation architecture yaitu Technical Reference Model, Standard Information dan Building Block Information Base
3. Resource Base
Pada bagian ini terdapat informasi mengenai guidelines, templates, checklists, latar belakang informasi dan detil material pendukung yang membantu arsitek didalam penggunaan ADM.
1. Architecture Development Method (ADM) Merupakan bagian utama dari TOGAF yang memberikan gambaran rinci bagaimana menentukan sebuah enterprise architecture secara spesifik berdasarkan kebutuhan bisnisnya.
2. Foundation Architecture (Enterprise Continuum)
Foundation Architecture merupakan sebuah “framework-within-a-framework” diman didalamnya tersedia gambaran hubungan untuk pengumpulan arsitektur yang relevan, juga menyediakan bantuan petunjuk pada saat terjadinya perpindahan abstraksi level yang berbeda. Foundation Architecture dapat dikumpulkan melalui ADM.
Terdapat tiga bagian pada foundation architecture yaitu Technical Reference Model, Standard Information dan Building Block Information Base
3. Resource Base
Pada bagian ini terdapat informasi mengenai guidelines, templates, checklists, latar belakang informasi dan detil material pendukung yang membantu arsitek didalam penggunaan ADM.
4. Gartner
Gartner merupakan sebuah riset informasi teknologi dan perusahaan yang menyediakan teknologi yang berhubungan dengan kapasitas pencarian fakta terselubung. Riset yang diberikan oleh gartner bertarget pada CIO dan pemimpin IT senior pada industry dimana menyertakan agen pemerintah, high-technology dan telecom enterprise, professional service firm dan technology inventor. Pelanggan gartner menyertakan korporasi besar, agensi pemerintah, perusahaan teknologi dan komunitas investasi. Perusahaan Gartner berisikan riset, program eksekutif, konsultasi dan acara, memberikan informasi riset, praktek terbaik dan trend.Perbandingan Keempat EA Framework
| Kriteria | Zachman | TOGAF | FEA | GARTNER |
| Taxonomy completeness | 4 | 2 | 2 | 1 |
| Process completeness | 1 | 4 | 2 | 3 |
| Reference-model guidance | 1 | 3 | 4 | 1 |
| Practice guidance | 1 | 2 | 2 | 4 |
| Maturity model | 1 | 1 | 3 | 2 |
| Business focus | 1 | 2 | 1 | 4 |
| Governance guidance | 1 | 2 | 3 | 3 |
| Partitioning guidance | 1 | 2 | 4 | 3 |
| Prescriptive catalog | 1 | 2 | 4 | 2 |
| Vendor neutrality | 2 | 4 | 3 | 1 |
| Information availability | 2 | 4 | 2 | 1 |
| Time to value | 1 | 3 | 1 | 4 |
Kesimpulan
Berita baik dari methodology tersebut ialah dapat menjadi komplemen atau pelengkap satu sama lainnya. Untuk beberapa organisasi, pilihan terbaik yang dapat dipilih dari metodologi tersebut ialah menggabungkan secara bersamaan dimana methodology tersebut dapat berjalan seiring dengan keterkaitan organisasi tersebut. Memberikan tempat yang baik untuk memahami nilai dari setiap methodology dan bagaimana methodology tersebut melengkapi satu dengan yang lainnya.
Apapun rute yang anda pilih, ialah anda harus mengingat arsitektur enterprise merupakan jalan, bukan merupakan tujuan. Sebuah arsitektur enterprise tidak memiliki nilai namun akan bernilai ketika dapat memberikan nilai secara cepat terhadap organisasi. Satu dari tujuan yang penting dari arsitektur enterprise adalah memberikan sisi bisnis dan sisi teknoloogi secara bersama, sehingga keduanya dapat berjalan secara efektif pada tujuan yang sama.
Komentar
Posting Komentar